Cara Menanam Pohon Karet

Menanam karet itu baik dan benar, karena di dunia perkebunan karet itu adalah produk unggulan yang bisa menghasilkan banyak. Dalam hal perawatan dan perawatan karet, tentu saja lebih mudah daripada perawatan kelapa sawit, dan karet menana juga menghemat lahan.

Seolah-olah kita menanam karet di 1 hektar lahan, kita bisa menanam 600-700 batang, sementara jika kita menanam 1 hektar kelapa sawit kita hanya bisa menanam 200 batang dan untuk satu-satunya harga eceran antara kelapa sawit dan karet harga karet sangat tinggi lebih mahal dari kelapa sawit.

Karet adalah salah satu bahan baku tanaman terpenting di Indonesia. Untuk mencapai hasil terbaik dengan jus karet berkualitas tinggi, tanaman karet pasti harus dikembangkan dari budidaya yang benar.

Pohon Karet

Pohon Karet

Berikut adalah Cara Menanam Pohon Karet

1. Syarat Tumbuh

Dalam teknik penanaman karet, karet tumbuh dengan baik ketika beberapa persyaratan dasar dipenuhi. Tanah yang ditanami karet harus berada di area dengan suhu rata-rata 24 hingga 18 ° C dan curah hujan rata-rata 1.500 hingga 2.000 mm per tahun. Setiap hari, setidaknya sinar matahari terpapar sempurna selama 5-7 jam. Tanaman karet juga membutuhkan tingkat kelembaban yang tinggi untuk tumbuh.

Kondisi tanah yang diinginkan oleh tanaman karet adalah tanah dengan kesuburan tinggi dan tidak mengandung padatan, sehingga air dapat berlanjut dengan baik. Keasaman tanah yang sesuai adalah pH 5-6 dengan rentang toleransi pH 3-8. Lantai, cocok untuk budidaya karet, adalah 200 meter di atas permukaan laut.

2. Pembibitan

Ada berbagai jenis reproduksi untuk mendapatkan bibit gusi dengan sifat unggul. Taman kanak-kanak karet dapat dilakukan dalam beberapa tahap. Fase pertama adalah fase pembibitan benih, sedangkan fase TK berikutnya adalah TK pembibitan.

Untuk fase pembibitan, benih karet ditanam di bedengan dengan lebar sekitar 1 hingga 1,2 meter dan panjangnya disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Tekstur pasir halus di tempat tidur setebal 5-7 cm. Glio alami juga harus ditanam dalam pupuk kandang ditambah 1 mg glio alami sebelum dapat menyebar di tempat tidur. Dauh atau sedotan dengan ketinggian 1 m diperlukan untuk bayangan sisi timur dan ketinggian 80 cm sebagai bayangan sisi barat.

Benih dicelupkan ke dalam larutan POC NASA dengan dosis tutup untuk satu liter air selama 3-6 jam. Benih yang akan ditanam langsung harus disiram dengan larutan POC NASA dengan kecepatan setengah tutup per liter air. Untuk cara yang benar menanam benih, jarak antar tanaman dijaga lebar 1-2 cm. Benih yang ditabur perlu disiram secara teratur dan biasanya benih mulai tumbuh 10 hingga 14 hari setelah disemai.

Benih yang tumbuh dan kemudian dipindahkan ke area taman kanak-kanak, yang digali dan dihancurkan dan dihancurkan hingga kedalaman 60-75 cm. Area tersebut harus dibuat bedengan setinggi 20 cm termasuk parit antara bedengan sedalam 50 cm. Selanjutnya, benih ditanam dengan jarak 40 x 40 x 60 cm untuk benih cangkok coklat dan jarak 20 x 20 x 60 cm untuk benih cangkok hijau.

Bibit tidak hanya perlu disiram secara teratur, benih juga perlu dipupuk dengan pupuk makro setiap 3 bulan dan disiram dengan NASA POC setiap 1-2 minggu. Bibit dan klon benih berkualitas tinggi dapat ditemukan di pemerintah swasta dan lembaga penelitian seperti Pusat Penelitian Karet Getas.

3. Pengolahan Tanah

Proses penanaman karet berikutnya yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan tanah sebelum bibit karet siap ditanam. Tanah dibersihkan dari pohon-pohon besar dengan menebang dan menyiangi dengan herbisida. Penyakit sisa harus dihilangkan dengan fungisida. Teras harus diletakkan di atas tanah dengan kemiringan lebih dari 10 derajat, sedangkan Rorak harus diletakkan di tanah miring seperti aliran air untuk mencegah erosi.

Juga perlu untuk berdiri dalam teknik penanaman karet berdasarkan jarak tanaman dan kepadatan pohon yang direncanakan. Dua minggu sebelum permen karet ditanam, lubang tanam pertama harus dibuat di tempat tumpukan berukuran 40 x 40 x 40 cm. Pupuk juga harus ditambahkan ke lubang untuk merangsang pertumbuhan akar pohon karet yang baru ditanam.

4. Penanaman dan Penyulaman Karet

Waktu yang tepat untuk menanam karet adalah selama musim hujan untuk mengurangi intensitas irigasi. Bibit yang siap tanam memiliki daun payung tua terakhir. Polibag harus dibuka sebelum bibit ditempatkan di tengah lubang dan ditutup dengan tanah. Uji semai harus dilakukan setiap 1-2 minggu sehingga bibit mati dapat segera diganti untuk mempertahankan populasi tanaman karet.

5. Perawatan dan Pemeliharan

Tahap pertama perawatan yang perlu dilakukan pada tanaman karet adalah menghilangkan tunas yang salah dan tunas dari tunas kayu. Selain jenis konservasi ini, tanaman bercabang juga harus dibentuk dan distimulasi dengan menyikat, mengikat batang, memotong ujung batang, memotong ujung tunas, menumpahkan daun dan menggali. Pelangguasan adalah rute yang paling direkomendasikan.

Sekian artikel tentang Cara Menanam Pohon Karet semoga bermanfaat.

Sumber : https://bukupedia.co.id/

Baca Juga: