Manfaat Mempelajari Ilmu Listrik

hajar-jahanam.co.id – Listrik adalah keadaan beberapa partikel subatomik, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya. Dengan makna lain, listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Listrik dapat memperkenalkan banyak fenomena fisik, seperti kilat, medan listrik dan arus listrik. Listrik sering digunakan dalam aplikasi industri seperti elektronik dan listrik.

Listrik menciptakan empat gaya alami dasar (gravitasi, elektromagnetisme, gaya nuklir lemah dan gaya nuklir kuat). “Jumlah listrik” juga disebut sebagai “muatan listrik” atau “muatan total”. Ada dua jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melalui eksperimen, tipe muatan saling bersandar dan tipe yang berlawanan menarik satu sama lain.

Ketika arus mengalir melalui bahan khusus seperti tungsten dan tungsten, cahaya pijar dipancarkan dari logam. Bahan-bahan ini digunakan dalam lampu pijar. Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang memiliki resistansi, ia dilepaskan oleh panas. Semakin besar arus listrik, semakin banyak kalor yang dihasilkan. Properti ini digunakan pada elemen perapian besi dan listrik.

Sementara di arus bolak-balik juga bisa mengalir ke bumi. Ini disebabkan oleh sistem kelistrikan yang menggunakan tanah sebagai referensi untuk tegangan netral. Jadi ketika kita menjaga sumber listrik dan kaki kita menginjak tanah atau tangan kita menyentuh dinding, biarkan listrik mengalir dengan tangan pada kaki sehingga terjadi kejutan listrik (“tiupan”).

Manfaat listrik:

Listrik tidak dapat dipisahkan dari manusia. Sebagian besar aktivitas manusia sekarang bergantung pada listrik baik yang utama maupun yang sekunder. Listrik juga sangat penting dalam bidang pribadi, sosial, pendidikan, komersial, dan kehidupan lainnya.
– Kebutuhan primer: pompa listrik, ponsel, penerangan rumah, penanak nasi listrik, setrika listrik, dll.
– Kebutuhan sekunder: komputer, televisi, materi multimedia, dll.

Sejarah penemuan listrik:

Sejarah penemu listrik memiliki versi yang berbeda. Versi pertama, Listrik, ditemukan di Mesir kuno. Versi kedua, Listrik, ditemukan oleh Talete di Melito. Dan versi ketiga, Listrik, ditemukan oleh Faraday.

Versi pertama (Mesir kuno)

Teori bahwa listrik dikenal dan digunakan pada masa kejayaan Eropa ternyata salah, orang Mesir menemukannya, tetapi orang Eropa hanya membuatnya populer. Kunci dari keseluruhan teori ini terletak beberapa ratus kilometer sebelah timur Mesir di Irak. Ada beberapa vas aneh yang ditemukan. Beberapa silinder tembaga tahan air, dengan aspal terjebak dalam lubang. Di tengah silinder ada batang besi. Ekskavator tentu menemukan jalur pertama pada tahun 1936: ini adalah elemen galvanik, baterai primitif. Rekonstruksi menunjukkan bahwa listrik dapat dihasilkan dengannya.

Fakta-fakta dapat ditemukan di kuil-kuil Dendera, sekitar sepuluh kilometer utara Luxor, beberapa ahli menemukan cahaya. Seorang insinyur elektronik Norwegia melihat bahwa objek yang ditunjukkan pada pelepasan di bagian atas halaman ini dapat berfungsi sebagai lampu. Seorang kolega Austria mampu membuat model kerja, dan dua penulis AAS yang terkenal, Peter Krassa dan Rainer Habeck, bahkan dapat menyusun teori saat ini.

Sumber: masterpendidikan.com

Baca Artikel Lainnya;

MENGENAL PROSESSOR INTEL PADA KOMPUTER

KAMU SUKA BAHASA INDONESIA ? SIMAK DISINI CARA MEMBUAT KALIMAT EFEKTIF YANG BAIK